Cerita tentang Bapak Berclodi

Fajar adalah tipe suami yang selalu berusaha mendukung hal-hal yang disenangi oleh istrinya, termasuk dalam berclodi.

Tak dipungkiri bahwa menurut Fajar clodi itu ribet. Belum lagi hari-hari kami yang selalu ditemani aroma pesing yang kerap tercium saat Mokka memakai clodi. Saat awal aku menunjukan ketertarikan untuk berclodi pun, Fajar bersikap netral, tidak against ataupun menyemangati. Semuanya terserah padaku, jika aku yakin aku sanggup maka tak ada masalah bagi suamiku.

Di awal aku memutuskan untuk berclodi, aku tidak pernah meminta bantuan suamiku untuk apapun yang menyangkut clodi. Sampai akhirnya suatu hari saat aku selesai memandikan Mokka kemudian suamiku mengambil Mokka untuk dipakaikan baju, ketika aku melihat mereka, clodi sudah terpasang dengan rapi di Mokka. Jujur aku kaget melihat suamiku memakaikan clodi tanpa diminta 😍. Saat itu memang sehari-hari masih bergantian pakai clodi dan pospak, jadi aku tidak berekspektasi bahwa suamiku akan memakaikan Mokka clodi 🥰

Dari situ aku bertanya padanya, susah ga pakeinnya? Menurutnya biasa aja. Dan sejak saat itu aku jadi menyadari bahwa ga ada salahnya juga melibatkan suami dalam berclodi, toh Faj nya juga sudah menunjukan support dengan membantu memakaikan clodi tanpa diminta 😁 Maka mulailah aku sedikit-sedikit meminta bantuan suamiku untuk menganti clodi Mokka setelah jam kerja Ia selesai. Makin kesini, saat stock clodi juga semakin banyak, bahkan akhirnya sudah menjadi auto, ketika Fajar merasa clodi Mokka lembap atau pesing, Ia langsung mengganti clodi Mokka tanpa perlu diminta 🥰

Yang di atas ini adalah penampakan clodi bekas pakai Mokka saat suamiku in charge. Biasanya kami simpan clodi bekas pakai di ember khusus. Namun beberapa waktu sebelumnya aku lalai dalam menyimpan clodi di embernya. Aku main lempar aja, ga digulung rapi dulu, dan kebetulan embernya udah cukup penuh saat Faj yang giliran gantiin clodi, alhasil suamiku trauma sama pesing yang begitu menyengat ketika Ia buka tutup embernya 😂 jadinya besokannya Faj simpan di pojokan toilet deh clodi bekas pakainya, ga mau buka tutup ember lagi 🥲 tapi yang bikin aku amaze adalah melihat Faj naturally bisa menggulung dan mengancingkan clodi kotor ini dengan rapi tanpa pernah aku ajari 🥺 bahkan aku aja ga ngeuh dulu itu kalau clodi kotor bisa digulung rapi dan dikancingkan seperti ini 🥲🥲🥲

Jadi jangan sampai kita terjebak dalam pikiran kita sendiri yaa. Kaya quotes dari sahabat aku yang muncul di post blog sebelum ini. Kalau Mama belum melibatkan suami dalam berclodi, yuk mulai coba libatkan. Kita ga pernah tau kalau kita ga pernah mencoba. Walaupun Mama merasa sanggup berclodi sendirian, samasekali ga ada salahnya sepertinya yaa untuk mencoba melibatkan suami 😊

Itulah sekilas cerita tentang bapak berclodi versi suamiku 😁 terima kasih yaa sudah membaca sampai akhir. Until next time 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: