Senangnya Melahirkan di RS Hermina Pasteur Bandung

Masih dalam euforia lahiran, kali ini aku ingin sharing mengenai pengalamanku melahirkan di rumah sakit pilihanku dan suami yaitu RS Hermina Pasteur. And we choose wisely 🙂 Fasilitas dan pelayanan yang diberikan RS Hermina Pasteur melebihi ekspektasiku. Entah sih yaa apa akunya yang low expectation atau emang beneran bagus fasilitas dan pelayanannya hehe. Oh ya aku juga sudah menuliskan momen persalinanku secara c-section di postingan sebelumnya, silakan mampir juga yaa 🧡

Kami memilih RS Hermina Pasteur karena pertimbangan jarak RS yang dekat dari tempat tinggal kami saat ini, juga suasana RS yang sudah familiar dan dokter penolong persalinan yang sudah kami percaya. Oh ya selain itu benefit sebelum dan setelah lahiran yang ditawarkan RS Hermina Pasteur jika booking kamar untuk persalinan di sana juga memantapkan kami untuk segera daftar ke PMO (Personal Maternity Officer) RS Hermina Pasteur. Di sini aku menyebut lengkap RS Hermina Pasteur karena RS Hermina itu punya sangat banyak cabang dan bukan hanya di Bandung. Khawatir berbeda pelayanan dan fasilitasnya, maka sebisa mungkin aku akan menyebutkan dengan lengkap ya nama rumah sakitnya 😊

To be honest, awalnya aku agak enggan buat lahiran di RS Hermina Pasteur karena ambience yang agak gelap saat pertamakali datang ke sana. Namun setelah rutin kontrol di sana lama-lama rasanya sudah jadi familiar dengan suasana dan lingkungannya. Nah berikut adalah hal-hal yang membuat saya merasa senang lahiran di RS Hermina Pasteur:

Benefit Sebelum dan Sesudah Melahirkan

Setelah daftar booking untuk lahiran, kita akan mendapatkan kartu privileged yang berisi list benefit yang bisa kita dapatkan sebelum dan setelah melahirkan beserta jadwalnya. Begitu sudah punya kartu privileged maka kita sudah bisa langsung manfaatkan benefitnya. Benefit yang aku incar adalah senam hamil dan konseling laktasi. Benefit lainnya bisa dicek di foto berikut yaa:

Unfortunately karena aku tinggal di Jakarta dan jadwal senam hamilnyanya tidak cocok dengan jadwalku di Bandung jadinya aku tidak bisa memanfaatkan benefit senam hamil.

Alhamdulillahnya aku masih sempat mengikuti kelas konseling laktasi, jadinya aku cukup kebayang hal-hal mengenai mengASIhi dan Alhamdulillah aku jadi bisa langsung menyusui anak bayik begitu Ia sampai di kamar rawatku setelah diobservasi. Bisa di sini dalam artian aku InsyaAllah sudah menyusui dalam posisi yang benar sehingga perlekatan saat bayi menyusu juga betul. Enaknya waktu itu kelasnya one on one hanya aku dengan Bidan Ela, jadinya sangat leluasa belajarnya. Bidan Ela menjelaskan dengan detail dan sabar padaku yang waktu itu masih blah-bloh soal persusuan 😅 Alhamdulillah ilmunya nerep dan bermanfaat InsyaAllah 😇

Dokter

Alhamdulillah dua dokter yang pegang aku dan bayiku, dua-duanya bikin happy 😍 Dokter penolong lahiranku adalah Dr. Tina Dewi Judistiani, Sp.Og dan dokter anakku adalah Dr. Dewi Setiawati, Sp.A, M.Kes.

Pertama aku ceritakan soal Dr. Tina dulu ya, dokter kandunganku. Awalnya aku agak galau mau lahiran sama dokter Tina apa ngga, soalnya dokternya tipe-tipe tegas gitu, agak ngeri dimarahin aku kalo ngedennya gabisaeun 🤣 Soalnya aku kontrol kandunganpun sama Dokter Tina dan emang pernah “dimarahin” gitu gara-gara parnoan wkwk. Tapi justru buat aku mah malah bikin tenang sih momen “dimarahin” itu. Tapi ternyata info dari temanku yang pengalaman lahiran sama beliau itu justru nyaman banget sikap beliau ke kita saat persalinan berasa kaya ke temen katanya 😍  Dan ternyata betul pas aku masuk ruang operasi beliau menyapa dengan gaya santainya bikin aku bisa nyengir dikit di masa-masa super tegang itu. Oh ya beliau juga sempat bantu aku memahami instruksi dokter anestesi yang sangat-sangat kesulitan membiusku yang terlalu tegang 😂  Dokter Tina ini sepertinya di RS Hermina Pasteur termasuk dokter senior yang disegani ya, soal korset saja perawat-perawat sampai membetulkan dulu korset yang aku pakai agar sesuai dengan standarnya sebelum beliau visit. Se strict itu juga kayanya karakternya 😆  Tapi justru aku percaya karena karakter beliau yg seperti itu bikin aku termotivasi untuk ga manjain diri dan hasilnya aku jadi cepat pulihnya Alhamdulillah.

Selanjutnya tentang Dr. Dewi, dokter anak kami. Sebenarnya kami masih clueless mengenai DSA, belum benar-benar mencaritau rekomendasi DSA yang akan dipercaya. Saat daftar pun kami hanya diminta memilih Obgyn, tidak diminta memilih DSA. Alhamdulillah pada hari lahiran kami dijodohkan dengan Dr. Dewi yang sangat baik hati nan lemah lembut ini. To be honest kalau mengenai diskusi soal keadaan bayi beliau lebih banyak bicara dengan suamiku saat masa rawat inap pasca c-sec, namun aku ingat walau bayiku agak kuning saat itu tapi cara penyampaian beliau tetap tenang (tidak bikin aku yang panikan ini panik). Lalu karena kami muslim, beliau menyarankan agar bayi kami mulai diperdengarkan murotal sejak dini, 1 juz yang sama selama sebulan penuh, jadi di bulan ke-30 InsyaAllah sudah khatam. And last but not least, dokter Dewi sempat mengabadikan momen saat suamiku mengadzani buah hati kami. Hal yang sangat berharga buatku yang tidak bisa menyaksikan langsung saat itu :’)

Perawat

Selain dokter, para perawat di RS Hermina Pasteur juga sukses bikin mamak happy 😆  Selama dirawat 4 hari indah sekali rasanya kalau ada apa-apa tinggal pencet bel dan datang perawat yang siap membantu 24 jam. Bahkan ketika sudah di rumah masih terngiang-ngiang kalimat “ditunggu Bu” dari para perawat setelah aku pencet bel dan menyampaikan keluhan 🤣  kangen loh rasanyaa ahaha.

Pasca c-sec mamak cukup banyak keluhan waktu itu, ya sakitnya sangat terasa lah, demam lah, sakit ulu hati lah, bahkan mau ke toilet untuk pertamakali setelah lepas kateter pun minta bantuan perawat 😅  Para perawat ini juga yang memotivasi aku untuk mau segera belajar jalan waktu masih memanjakan diri baringan terus, mereka terus-terusan mereminder agar aku memaksakan diri dan meyakinkan kalau sakitnya hanya saat pertamakali saja, dan memang betul kok sakit pasca c-sec saat mau mulai beraktifitas itu hanya awalnya saja 😆

Selain bersyukur ada perawat yang ngurus dan bantu mamaknya, aku sangat berterimakasih juga pada para perawat bayiku. Kami banyak belajar dari perawat bayi. Ketika bingung hal-hal yang menyangkut bayi, tinggal telpon ke ruang bayi dan para perawat akan menjawab semua pertanyaan atau bahkan menghampiri langsung untuk membantu kami. Perawat bayi juga sempat-sempatnya mengajari bapak dan mamaknya menyuapi asip ke bayi sampai susu yang saat itu diperah habis (cukup lama waktu menghabiskannya). Kami yang di hari terakhir mau belajar memandikan bayi juga disambut baik oleh perawat bayi 🧡

Kamar Rawat

Seperti yang sudah dimention di atas, awalnya aku merasa ambience begitu masuk RS Hermina Pateur itu agak gelap, sehingga bayanganku soal kamar rawatnya pun takutnya “hieum” juga. Pada saat bertanya ke PMO soal room tour pun katanya agak susah karena harus menunggu ada kamar kosong, jangan sampai menggangu pasien. Namun ternyata kamarnya nyaman, sangat terang malah karena jendelanya besar di samping tempat tidur mamak.

Kamarnya bersih, setiap hari ada cleaning service yang sigap nan ramah. Dindingnya cantik pakai wallpaper gitu bikin bagus kalo foto 😆

img_0630

Makanan dan camilannya enak-enak (kalian harus percaya ini mah soalnya andaruni itu manja kalo soal makanan 🤣). Menu makanannya juga banyak pilihannya, setiap hari ada suster yang datang untuk tanya mamak mau makan menu yang mana keesokan harinya. Oh ya fyi ini kamarnya yang sendirian ya, takutnya beda fasilitasnya dengan yang kamar berdua atau lebih hehe. Di kamar yang sendirian ini juga tersedia sofa di samping tempat tidur pasien, sehingga suami dan ibuku bisa tidur cukup nyaman selama di rumah sakit.

Fasilitas MengASIhi

Selain merasa terbantu oleh sesi konsultasi laktasi sebelum lahiran, aku merasa terbantu sekali soal mengASIhi oleh RS Hermina Pasteur ini. Aku yang awalnya galau mau bawa alat pumping atau tidak, ternyata dari kunjungan pertama dokter sudah langsung diajak untuk pumping, dan ketika aku bilang alat pumpingnya belum steril, perawatnya langsung menginfokan bahwa mereka bisa bantu cuci dan sterilkan alat pumpingnya. Sungguh ini adalah fasilitas terbaik. Pe er banget soalnya buu cuci steril alat pumping tuh 😂  Asi hasil pumpingnya juga bisa dititip di freezer asi di ruangan bayi. Oh ya selain itu aku juga dapat sesi breast care di hari kedua. Breast care ini instead of menerima saja pijatan dan kompresan dari perawat, aku dan suami juga belajar agar bisa pijat sendiri nanti dirumah.

Bonus: Bingkisan

Setelah mamak dibolehkan pulang oleh dokter Tina, suamiku langsung mengurus administrasi dan setelah selesai pembayaran, suamiku kembali dengan bawa tas kuning berisi oleh-oleh untuk kami bawa pulang. Berikut isi dari tas kuning tersebut:

Happy banget mamak dapet sepaket produk Sleek! Semuanya kepake soalnya hehehe.

Bonus Lagi: Kunjungan ke Rumah

Sesaat sebelum pulang, kami mendapatkan briefing dulu dari perawat bayi mengenai hal-hal tentang bayi. Setelah briefing selesai, beliau menginfokan mengenai program kunjungan ke rumah untuk cek kondisi bayi dan ibu di rumah, lalu bertanya apakah aku mau didartarkan program tersebut? O tentu saja mau. Tapi katanya kunjungan tersebut hanya bagi yang terpilih saja, tidak semua ibu dan bayi yang daftar akan dikunjungi.

Fortunately aku termasuk pendaftar yang terpilih untuk dikunjungi 😍  Saat usia bayi sekitar menuju 3 minggu, selama beberapa hari setiap jam 8an ada miss call dari nomor telepon bandung (bukan nomor hape). Ga keangkat soalnya hape disilent dan jam segitu biasanya ga pegang hape. Tapi walaupun sudah lebih dari 3 hari ga keangkat, sang penelepon tidak menyerah sampai akhirnya aku cek terus hapenya kalo pagi dan ternyata itu dari RS Hermina Pasteur yang mau kunjungan ke rumah. Senang sekali rasanya, soalnya waktu itu kulit wajah bayiku baru saja muncul bruntusan di pipi dan sekitar alis, dan mamak juga selalu penasaran sama perkembangan luka pasca c-sec (walau dr hari ke 9 pun sudah lepas jaitan dan dokter Tina bilang lukanya kering banget bagus) karena di rumah kebetulan agak sering angkat berat dan naik turun tangga. Alhamdulillah kunjungannya sangat bermanfaat, selain kami jadi tidak khawatir lagi soal kondisi aku dan bayi, kami dapat pencerahan juga soal bayiku yang tidak mau menyusu di payudara kananku. Saat itu aku dikasih tips dan dilatih banget biar bayi mau menyusu dari payudara sebelah kanan, lagi-lagi oleh Bidan Ela. Terima kasih banyak Bidan Ela 🙏🏻😊

Lokasi Strategis

Berlokasi di jalan Pasteur Bandung membuat akses ke RS Hermina Pasteur terbilang mudah, bahkan dari rumah orangtuaku di bandung timur pun ada Bis Kota. Pada saat rawat inap pun, untuk makan suamiku tidak sulit karena selain bisa Go-Food, di depan RS banyak jajanan. Oh ya rumah sakitnya juga dekat sekali dengan Griya Pasteur. Ini memudahkan kami beli segala keperluan seperti takjil keluarga saat menunggu aku dapat kamar rawat, tisu basah buat ganti pempers di RS, kasa steril, air minum, juga camilan baik untuk suamiku ataupun untuk tamu.

Sekian dulu sepertinya cerita mengenai lahiran di RS Hermina Pasteur dari aku. Terima kasih banyak yaa sudah baca 🧡  kalau ada yang mau tanya atau sharing juga pengalamannya di RS Hermina Pasteur atau Hermina cabang lain pun boleh banget mampir ke kolom komentar yaa 😊

Until next time 🧡

10 comments

    • Saya pakai BPJS melahirkan section anak kedua di Hermina Pasteur untuk kelas 2. Tanpa di upgrade pun nyaman kok pelayanannya. Dapat 3x makan dan 2x snack yang enak-enak sih menurut aq. Suster dan dokternya baik2, pas visit juga ramah senyum ditanya2 keluhan apa, pengen apa. Cuman memang pas sebelum lahiran gak di info details harus bawa apa nya hiks hiks hiks. Jadi banyak barang yang tiba2 dibawa dari rumah padahal yang disiapin juga ada. Tapi selebihnya oke banget kok. Dan dicover full ibu & bayi…saya cuman bayar sekitar 900rb pas pulang karena saat inap ada tes THT bayi ke dokter spesialis nya dan biaya obat/verban tambahan (atas persetujuan sendiri). Belum termasuk vaksin tapi yah soalnya bayi aq gak di vaksin di situ. Pulang juga bayi aq dianter dan dibawa sama suster digendong sampe masuk mobil. Oke banget deh. Seminggu kemudian ganti verban dan pasang tindik bayi pun kita di perlakukan baik padahal ada history pake bpjs. Gak tau yah kalau RS lain gimana hehehe…

      Like

    • Halo Kak, salam kenal 🙂 walaupun bpjs, asal ambil kamar yg VIP akan sama Kak fasilitasnya. Jadi kalau misalnya jatah bpjsnya di Hermina Pasteur masuknya kelas 1 atau 2, Kakak minta dinaikan dulu ke kelas VIP 🙂

      Like

  1. terima kasih postingannya.. sangat membantu saya yg sedang cari info sana sini hehe.. mba.. biaya melahirkan di hermina kelas vip berapa ya? makasih

    Like

    • Halo Kak salam kenal yaa. mohon maaf sebelumnya baru saya balas. untuk kamar VIP tahun ini sekitar 21jt untuk persalinan norrmal, dan 37 juta untuk c-section Kak. semoga membantu ya 🙂

      Like

      • Hai teh mau tanya, kmren lahiran d hermina pasteur bpjs kah?kl blh tau minta rujukan dr faskes mn y teh?mksh

        Like

      • Halo Teh salam kenal yaa maaf baru balas. Kami pakai asuransi kantor yang bukan BPJS. Kalau mau BPJS pun bisa Teh, tapi harus sudah pernah kontrol di Hermina Pasteur juga. Kalau faskes ngikutin tiap pasien aja kayanya Teh, apakah sudah pernah coba tanya di faskes 1 yang biasa Teteh datangi?

        Like

  2. Hallo teh …
    saya mau tanya rumah sakit di hermina pasteur mohon refrensikan dokter yang bantu persalinan pro normal siapa…
    Trimakasih…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s